Saya golput tapi bukan berarti saya bukan agen perubahan
Tidak mengikuti PEMILU B*M R**A = Menihilkan peran mahasiswa sebagai agen perubah.
Lucu sekali membaca tulisan itu. Seenaknya saja menjustifikasi. Ada beberapa poin yang ingin saya utarakan mengenai tulisan di atas.
- Men-general-kan masalah tapi sempit sekali alur pikir.
- Yang menulis berpikiran sempit, karena jika ingin menggunakan kata “agen perubahan” tidak bisa memandang sesempit itu. Ada banyak cara untuk menjadi agen perubahan, golput bukan berarti tak memikirkan perubahan, mungkin golput memiliki pemikiran lain untuk menjadi agen perubahan.
- Apa pengaruhnya PEMILU itu bagi saya?atau teman-teman golput yang lain?
- Mereka sering berdemo mengkritisi kinerja rektorat/pemerintahan.
- Mereka (ada juga) yang skeptis terhadap pemimpin pemerintah/rektorat.
- Mereka (ada juga) yang tak peduli lagi terhadap pemilihan presiden.dll
- Jika itu yang mereka rasakan pada rektorat/pemerintah/pemimpin pemerintah, Saya juga memiliki rasa yang sama dengan mereka, namun saya merasakan hal itu pada MEREKA ketika berada dalam organisasi mereka.
- Jadi yang terpenting itu bukanlah DEMO, sikap kritis, frontal, AKSI dll.
- Tapi memastikan di suatu saat nanti kita tidak seperti apa yang kita demo kan.
- Sudah kah mereka berkaca akan hal seperti ini?
- Saya Golput, tetapi bukan berarti saya menihilkan peran mahasiswa sebagai agen perubahan.
- Justru saya ingin sebuah perubahan di tubuh organisasi kalian.
- Cobalah lebih peka, lebih detail lagi dalam menyikapi persoalan.
- Lebih bijaksana dalam menyikapi hidup.
*Pandangan Pribadi Untuk Sebuah Demokrasi
Bandung, 11 April 2011
~ibay