Ibay Menulis

Text

Diplomasi!Bukan AKSI! (Untuk Presiden Mahasiswa Kampusku)

PERGURUAN tinggi bisa menjadi laboratorium dan pusat pelatihan bagi lahirnya diplomat berkualitas. Mahasiswa diharapkan memanfaatkan kesempatan mengembangkan pengetahuan dan kemampuan diplomasinya selama masa pendidikan.

Hal itu menjadi benang merah pesan yang disampaikan Wakil Rektor Universitas Nasional [Unas) Jakarta. Faldy Rasyidie, saat membuka Pertemuan Nasional Mahasiswa Hubungan Internasional se-Indonesia (PNMHII) ke-12. di Kampus Unas. Jalan Pejaten Raya, Pasarminggu. Jakarta Selatan. Senin (22/11)

*dalam artikel [ http://bataviase.co.id/node/471054 ]


    Sepanjang menjadi negara berdaulat,Indonesia hanya mengalami 4 konflik fisik serius: Revolusi Nasional Indonesia[1] (1945-1949), pembebasan Irian Barat[2](1961-1963), Konfrontasi dengan Malaysia[3] (1965-1967), dan pendudukan Timor Lester (1975-1976)[4]. Sejak saat tersebut upaya diplomasi melalui perundingan dan perjanjian sudah banyak dilakukan di mana-mana, untuk menyelesaikan permasalahan. Contohnya adalah penyelesaian konflik Sipadan-Ligitan.


*dalam artikel [ http://matthewhanzel.wordpress.com/2011/03/02/seni-dan-diplomasi/ ]


Apa yang saya rasa (sepihak):

Saya melihat aktifitas atau “polah” organisasi mahasiswa yang terbesar di kampus saya, yang saya rasakan mereka begitu arogan, frontal, dan menggebu-gebu.

Saya melihat mereka sedikit-sedikit demo.

Ada kebijakan yang mereka nilai tidak tepat langsung demo.

Sedikit-sedikit pasang poster berisi tulisan yang intinya demo.

Namun tata bahasa yang tertulis terkesan frontal, agresif dan liar.

Ketika saya mengikuti kegiatan LDKM di jurusan saya, ada satu pembicara dari ketua organisasi mahasiswa terbesar di kampus saya. Inti materi yang Ia sampaikan adalah AKSI.

Aduh, masa sedikit-sedikit AKSI. Bukan mahasiswa kayaknya jika tidak AKSI.

Seolah mereka menekankan kepada para mahasiswa baru untuk AKSI.


MENGAPA YANG DITEKANKAN ADALAH DEMO ATAU AKSI?

Jika merujuk pada artikel di atas (sebagian kecil), sebagian besar nya merujuk pada sejarah perjuangan kemerdekaan kita, seharusnya yang ditekankan pada mahasiswa saat ini yaitu jiwa DIPLOMASI yang kuat, bukan jiwa AKSI atau DEMO yang cenderung arogan, brutal seolah tak bisa berpikir menemukan cara atau jalan yang maslahat. Jika begini terus saya bisa mengibaratkan anak kecil yang merengek minta dibelikan mainan sama bapak nya kan??

Dahulu perjuangan Indonesia gencar melaui jalur diplomasi dengan terlahir beberapa perundingan. Contohlah hal itu, tumbuhkan jiwa diplomasi kita, mulai saatnya belajar bagaimana caranya berdiplomasi yang baik, bukan menekankan hanya pada DEMO dan AKSI dong!

**Bukan untuk General, ini pandangan saya terhadap Organisasi Mahasiswa Terbesar di Kampus Saya.


Bandung, 11 April 2011

~ibay

Posted on Monday, April 11 2011.
Ibay Menulis Hello! My name is Ibay, I am a college student. I dont know what should i write in this blog! But i like music, i always create a song and write the lyrics. Maybe i can use this blog to save my lyrics...not only lyrics, but also something in my mind... ;)
ansiusdream on Facebook
Free KTP Kaskuser - ktpkaskuser.co.cc rawtag.com
Ask me anything
Previous Next